Ilustrasi suku Dayak (foto: istimewa)

Kerusuhan atau perang Sampit, Kalimantan Tengah yang terjadi pada 18 Februari 2001 hingga sepanjang tahun tersebut meninggalkan banyak kisah-kisah mistis serta mitos yang tak terungkap kebenarannya.

Selain soal mandau terbang dan ilmu kebal orang-orang suku Dayak, mitos lainnya adalah keberadaan Panglima Burung, sebagai komando tertinggi sekaligus tetua yang memimpin perang secara tidak langsung.

Benarkah ada Panglima Burung? Atau sekadar cerita-cerita berbalut mistis saja untuk menakut-nakuti orang dan menambah kesan seram pada suku Dayak yang sebenarnya dikenal ramah?

Faktanya, hingga kini tidak pernah ada satupun dokumentasi atau bukti fisik keberadaan Panglima Burung. Pun begitu dengan orang lain yang mengaku sebagai Panglima Kumbang, salah satu anak buah Panglima Burung, yang penobatannya serta klaimnya juga tidak diketahui.

Konon, Panglima Burung ini mendiami wilayah pedalaman. Ia sakti dan terhubung dengan alam ghaib. Namanya yang tiba-tiba melejit karena kerusuhan Sampit itu disebut-sebut memiliki umur ratusan tahun.

Cerita lain menyebut, Panglima Burung adalah sosok yang bisa berubah-ubah wujud, baik laki-laki maupun wanita, tergantung situasi. Sosok yang kabarnya biasa disebut Pangkalima ini dikisahkan tinggal di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, tapi tak tahu di mana tepatnya.

Lebih menghebohkan lagi, dikisahkan bahwa Panglima Burung ini sebenarnya adalah tokoh adat Dayak yang sudah meninggal. Hanya saja, orang-orang dapat berkomunikasi dengan ruhnya melalui kekuatan magis.

Kenapa dinamai Panglima Burung? Ceritanya, sosok panglima ini adalah jelmaan burung enggang, salah satu satwa asli Kalimantan, dilindungi dan merupakan hewan keramat dalam kebudayaan Dayak.

Sudah banyak orang-orang yang mengaku sebagai Panglima Burung, mulai dari di Kalbar, Kalteng sampai Kaltara, tapi tak ada satupun bukti soal klaim itu.

Selain nama Panglima Burung, ada juga nama-nama lain yang disebut sebagai anak buahnya, yakni Panglima Api, Panglima Kumbang, Panglima Angsa, Panglima Sumpit dan lainnya.

Apakah klaim ini benar semuanya? Tak ada yang tahu, dan tak ada bukti.