Jual beli laptop di Cawang Jakarta Timur hub : 082124277964

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Cawang jakarta timur. anda dapat menghubungi 082124277964 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Cawang jakarta timur segera hubungi kami sekarang juga di 082124277964 (Call/sms/whatsapp)

Jual beli laptop di Rawamangun Jakarta Timur hub : 082124277964

Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur

Cawang
Kelurahan
Negara Indonesia
ProvinsiJakarta
KotaJakarta Timur
KecamatanKramat Jati
Kodepos
Luas… km²
Jumlah penduduk39.126 jiwa
Kepadatan… jiwa/km²

Kelurahan Cawang, Kramat Jati memiliki kode pos 13630. Kelurahan ini terletak di wilayah administrasi kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kelurahan ini memiliki penduduk sebesar 39.126 jiwa dan luas 179.04 ha.

Batasan kelurahan ini dengan Jalan MT Haryono di sebelah utara, Kali Ciliwung di sebelah barat, Jalan MayJend Sutoyo di sebelah timur dan Jalan Makam Pahlawan Kalibata dan Jalan SMA Negeri 14 di sebelah selatan.

Yang ada di kecamatan ini

Transportasi

Kereta api

Di lintas kereta api JakartaBogor, terdapat sebuah stasiun kereta api, yakni Stasiun Cawang. Dahulu, di kelurahan Cawang, pernah dilewati oleh Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg dan memiliki 6 halte kereta api, yakni: Halte Kebaharan, Halte Gondang, Halte Gondang Lor, Halte Gondang Pasar, Halte Wudut dan Halte Simpang Cawang.

Halte dan jalur dibangun tahun 1939 oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij. Dulunya stasiun ini pernah melayani KA Lokal. Namun sejak Krisis ekonomi 1997, jalur dan beberapa halte ini ditutup.

Bahkan, sisa-sisa rel kereta api masih ditelusuri, di depan UKI dan Gardu listrik.

Jalan tol

Jalan Tol Jakarta-Cikampek menghubungkan daerah Cawang dengan daerah Cikampek. Setiap hari, jalan tol ini dilewati 600.000-1.500.000 kendaraan per hari dengan kapasitas 1.200.000-3.000.000 penumpang per hari dan 500-1.000 ton barang per hari, seperti mengangkut:

  1. ikan asin dari daerah Pantura Jawa Tengah dan Jawa Timur
  2. minyak bumi dan kayu jati dari daerah PurwodadiWirosariBloraSragen (Jawa Tengah), NgawiMadiun dan Bojonegoro (Jawa Timur).
  3. kapuk dari daerah Pantura Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  4. tras dari daerah Pantura Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  5. tembaga dari daerah Pantura Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sejarah

Nama Cawang berasal dari nama seorang Letnan Melayu yang bekerja kepada Belanda, bernama Encik Awang. Nama Encik Awang akhirnya berubah menjadi Cawang. Awang adalah bawahan dari Letnan Kapten Encik Wan Abdul Bagus, yang bersama dengan timnya tinggal di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kampung Melayu, Jatinegara selatan.[1]

Encik dalam bahasa Melayu berarti paman. Namun, kata encik sering digunakan bagi kaum lelaki yang dihormati, seperti masih digunakan di SumateraKalimantan dan Malaysia.[2]

Kurang jelas, apakah sebagian atau seluruhnya, pada tahun 1759 menurut De Haan, Cawang sudah menjadi milik Pieter van den Velde, di samping tanah-tanah miliknya yang lain seperti Tanjung timur atau Groeneveld, Cikeas, Pondokterong, Tanjungpriok, dan Cililitan. Pada awal abad ke20 Cawang pernah menjadi buah bibir, karena di sana bermukim seorang pesilat beraliran kebatinan, bernama Sairin, alias bapak Cungak. Sairin dituduh oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai dalang kerusuhan di Tangerang pada tahun 1924. Di samping itu, ia pun dinyatakan terlibat dalam pemberontakan Entong Gendut, di Condet tahun 1916. Condet pada waktu itu termasuk bagian tanah partikelir Tanjung OOSI.

Pada tahun 1970-an Cawang terbagi secara regioanal, yakni:

  • Cawang I
  • Cawang II
  • Cawang III
  • Cawang IV
  • Cawang V

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.