ILC TV One, Fadli Zon Berniat Mempermalukan Nusron Wahid, Karni Ilyas Cuma Tersenyum
Perseteruan Nusron Wahid dan Fadli Zon di acara ILC TV One pada Selasa (19/3/2019) malam

PROGRAM talkshow Indonesia Lawyer Club atau ILC  TV One Selasa (19/3/2019) malam berlangsung seru.

Presiden ILC TV One Karni Ilyas memilih tema OTT Romy, Ketua Umum PPP: Pukulan Bagi Kubu 01?”

Talkshow ini menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Wakil KEtua DPR RI Fadli Zon hingga Politisi Partai Golkar/Ketua BPN2TKI Nusron Wahid.

Akademisi Rocky Gerung tak hadir.

Nusron Wahid dan Fadli Zon terlibat debat panas dan saling memotong pembicaraan.

• Cerita Sepupu Romahurmuziy, Mau Bahas Haul KH Abdullah Faqih Malah Ikut Ditangkap KPK

• Cari Pengganti Romy yang Terkena OTT, PPP Gelar Rakernas di Puncak Bogor Rabu (20/3/2019)

• Soal Uang yang Disita KPK dari Ruang Kerja Menag, Waketum PPP: Itu Honor Kunjungan dan Pembicara

Keduanya berdebat soal tema Kriminalisasi.

Apakah kasus penangkapan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy adalah kriminisasi KPK terhadap elite parpol pengusung Jokowi-KH Maruf Amin?

Fadli Zon tak sepakat justeru mengangkat kasus politisi Gerindra yang juga musisi Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani kini dipenjara karena kasus ‘remeh temeh’.

Sementara kasus Romi kasus besar karena melibatkan moralitas dan memalukan.

Fadli Zon berniat mempermalukan Nusron Wahid yang menjabat salah satu kepala badan tapi merangkap tim sukses.

“Coba periksa, apa boleh seorang kepala badan juga duduk sebagai tim sukses capres” kata Fadli Zon

“Saya tidak tim sukses Bos,” balas Nusron Wahid.

‘Anda bicara di sini mewakili tim siapa’ balas Fadli Zon

“Saya diundang oleh Karni Ilyas,” balas Nusron Wahid.

ILC TV One tadi malam (Selasa, 19/3/2019) berlangsung seru.

Simak video perdebatan Nusron Wahid vs Fadli Zon

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD akan buka-bukaan tentang operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Romahurmuziy alias Rommy dalam forum Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne pada Selasa malam, 19 Maret 2019.

Mahfud mengungkapkan sudah pernah mengingatkan jauh-jauh hari bahwa Rommy tengah dibidik oleh KPK karena memang sudah ada daftarnya di lembaga antirasuah itu.

“Artinya, di KPK itu, sudah ada daftar. Itu tidak tertutup dan terbuka itu semua. Orang bisa baca yang muncul dari media massa, apa dilakukan KPK,” ujarnya.

Disinggung soal keterlibatan Kementerian Agama, Mahfud mengungkapkan KPK akan bekerja profesional dan mengungkapkan pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam kasus suap menjerat Rommy itu.

“Nanti akan muncul semuanya. Di persidangan disebut-sebut nama Rommy, itu namanya penjajakan. Nanti akan bahas sejauh mana Rommy, korban dari sistem atau penabrak sistem,” katanya.

Fans 02 Protes, Topik ILC TV One Berubah

Program Indonesia Lawyers Club (ILC) mengganti judul diskusinya pada Selasa (19/3/2019) malam nanti setelah banyak mendapatkan kritikan atas judul diskusi sebelumnya.

Hal tersebut seperti yang tampak dalam kicauan terbaru akun Twitter @ILCtv1, Selasa (19/3/2019).

ILC mengumumkan bahwa judul diskusi ILC, Selasa malam adalah ‘OTT Romy, Ketua Umum PPP: Pukulan Bagi Kubu 01’.

“SAKSIKAN ILC MALAM INI LIVE Pkl 20.00 WIB tvOne >> “OTT ROMY, KETUA UMUM PPP: PUKULAN BAGI KUBU 01?” | Jangan sampai terlewat! #ILCOTTRomy @karniilyas @KPK_RI @MRomahurmuziy @DPP_PPP @Kemenag_RI @lukmansaifuddin,” tulis akun ILC.

Judul diskusi ini berbeda dengan judul yang sebelumnya, yang diumumkan oleh Presiden ILC, Karni Ilyas.

Karni Ilyas melalui akun Twitternya, @karniilyas, Senin (18/3/2019) mengumumkan bahwa tema diskusi berjudul ‘OTT Romy, Ketua Umum PPP: Dagang Jabatan di Kementerian Agama?’.

Namun, kicauan Karni Ilyas itu mendapatkan sejumlah kritik.

Satu di antaranya adalah kritik dari Politisi Demokrat Zara Zettira ZR.

Dilansir oleh TribunWow.com, hal itu tampak dari cuitan akun Twitter @zarazettirazr, Senin (19/3/2019).

Zara Zettira menanyakan kenapa topik yang diangkat bukan soal somasi Andi Arief.

Menurutnya, somasi dari mantan politisi Demokrat itu lebih hangat.

“Kok ngga yg ini om? Lebih hangat (emoji tertawa 3 kali),” tulis Zara Zettira.

• 21 Maret, Xiaomi Redmi Note 7 Berkamera 48 MP Meluncur di Tanah Air, Ini Harga dan Spesifikasinya

 • Tim Sukses Jokowi Lapor Soal Meme Maruf Amin di Tirto, Begini Kata Dewan Pers

• Harga Murah, Kamera 48 MP, Ini Perbandingan Xiaomi Redmi Note 7 Pro, Vivo V15 Pro, dan Oppo F11 Pro

Cuitan Karni Ilyas-Zara Zettira (twitter)

Lebih lanjut, Zara Zettira pun mengatakan bahwa judul yang disampaikan oleh Karni Ilyas kurang dianggap ‘pukulan bagi 01’.

“Yup thanks om Karni sesuai harapan cuma kurang … pukulan bg 01,” tulis Zara Zettira saat menanggapi komentar netter.

Selain itu, Andi Arief juga memberikan komentar terkait tema diskusi itu melalui akun Twitter @AndiArief__, Senin (18/3/2019) malam.

Awalnya, seorang warganet dengan akun @stevanihuangg menunggah foto tangkap layar berisi kicauan Karni Ilyas yang menginformasikan topik diskusi ILC.

“Dear Pencinta ILC: diskusi kita Selasa Pkl 20.00 besok berjudul, “OTT Romy, Ketua Umum PPP: Dagang Jabatan di Kementrian Agama?”. Selamat menyaksikan. #ILCOTTRomy,” tulis Karni Ilyas, seperti dalam foto tersebut.

Warganet itu lantas mempertanyakan tema diskusi yang dipilih Karni Ilyas.

Ia menilai, tema diskusi tersebut seharusnya ada kata, ‘Pukulan Buat 01’, seperti saat tema ILC membahas soal Andi Arief yang diduga terjerat narkoba.

Warganet itu menilai, jika Karni Ilyas mengganti tema diskusinya, maka ILC pasti akan banyak ditonton.

“Om @karniilyas kyk nya judulnya tambahin ada kata ‘Pukulan Buat 01’ Itu Bagus Deh.

Kayak Wkt @ILCtv1 cpt sekali mendapatkan judul wkt ada Kasus @AndiArief__ Kan Ada Kata2 ‘Pukulan utk 02’ .. Pasti Byk yg Ntn Ntar @ILCtv1 Sapa Tau Rating Jadi Naik,” tulis sang warganet.

Kicauan itu lantas mendapatkan tanggapan singkat dari Andi Arief.

“Yang waras sabar,” tulisnya.

JANGAN LUPA SUBSCRIBES CHANNEL YOUTUBE WARTA KOTA PRODUCTION

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.